Posts Tagged ‘Muntah pada bayi

20
Mar
09

Diare Pada Anak, Bagaimana Menanganinya?

Berawal dari Edelweiss yang kena muntah2 udah ampir seminggu ini, maka saya mau share aja bacaan yang saya dapet dari idai ini, yang ngebantu saya dalam tetap berpikir rasional dan sudah saya terapkan dalam hal berusaha menjaga supaya Edelweiss tidak terkena dehidrasi. Guideline ini sangat bagus untuk para orang tua supaya tidak panik dan tetap berkepala dingin dan rasional. Selamat membaca..

— oOo —

DIARE merupakan salah satu penyakit paling sering menyerang anak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Diperkirakan, anak berumur dibawah lima tahun mengalami 203 episode diare per tahunnya dan empat juta anak meninggal di seluruh dunia akibat diare dan malnutrisi. Kematian akibat diare umumnya disebabkan dehidrasi (kehilangan cairan). Lebih kurang 10% episode diare disertai dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit tubuh secara berlebihan. Bayi dan anak kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding anak yang lebih besar.

Karena itu, penanganan awal sangat penting pada anak dengan diare adalah mencegah dan mengatasi keadaan dehidrasi. Pemberian cairan pengganti (cairan rehidrasi) baik yang diberikan secara oral (diminumkan) maupun parenteral (melalui infus) telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada ribuan anak yang menderita diare. Continue reading ‘Diare Pada Anak, Bagaimana Menanganinya?’

Advertisements
24
Feb
08

Muntah Pada Bayi

“Kenapa tiap kali selesai mimik susu, bayiku suka muntah ya?”

“Bayiku gumoh terus2an nih, tolong dong solusinyaa….”

Itu adalah beberapa pertanyaan dari teman2 sesama new mom, yg rata2 sama2 masih dikit pengetahuannya hehehe..

Jadi sekarang saya kutipkan artikel dari buku Bayiku Anakku mengenai muntah pada bayi. Hope it helps..

—–

Muntah Pada Bayi

Bayi yg sehat, aktif, yg minumnya normal, sewaktu2 bisa saja secara spontan mengeluarkan sedikit susu yg diminumnya. Hal ini biasa disebut gumoh. Namun, bila muntahannya banyak ini bisa disebabkan oleh reflux. Sedangkan bayi berusia kurang dr 2 bulan yg tampak sakit dan muntah tiap kali sehabis minum, ada kemungkinan mengalami stenosis pilorus. Tetapi bila muntah tidak ada kaitannya dengan minum susu dan muntahannya berwarna hijau, perlu dipikirkan kemungkinan adanya sumbatan pada usus. Bila bayi demam dan muntah2 disertai dengan batuk, itu bisa saja karena bronkiolitis atau bahkan pertusis. Sedangkan bila anak muntah disertai dengan diare, itulah yg biasanya disebut sebagai gastroenteritis.

Bila muntah disertai demam pada bayi berusia lebih dari 2 bulan, harus diperhatikan kesadarannya. Bila terjadi penurunan kesadaran disertai dengan kuduk kaku, kita harus mencurigai kemungkinan meningitis. Bila bayi tidak mengalami demam dan muntahnya kehijauan, pikirkan kemungkinan adanya sumbatan pada usus.

Muntah Pada Anak

Seperti sudah dikemukakan sebelumnya, bila muntah berwarna kehijauan selalu pikirkan kemungkinan adanya sumbatan pada usus. Bila muntah tidak kehijauan tetapi disertai dengan sakit perut hebat terus-menerus (lebih dari 6 jam), pikirkan kemungkinan apendisitis atau radang usus buntu.

Bila anak mengalami penurunan kesadaran dan mempunyai riwayat trauma kepala, maka kita harus memikirkan kemungkinan penyebabnya adalah trauma kepala. Namun, bila tidak ada riwayat trauma kepala namun anak mengeluh sakit kepala hebat, kuduk kaku, ada bintik2 merah yg tidak hilang bila ditekan, pikirkan kemungkinan meningitis.

Pada anak yang sudah agak besar bila selain muntah tinjanya berwarna pucat (seperti dempul), apalagi bila diikuti dengan kuning (jaundice) maka kemungkinan besar penyebabnya adalah hepatitis. Anak juga bisa muntah akibat terlalu girang (excited) atau akibat berkendaraan (motion sickness). Di lain pihak bila anak menunjukkan dua atau lebih gejala berikut yaitu demam, sakit saat berkemih, sakit perut, mengompol, pikirkan kemungkinan infeksi saluran kemih.

Pemicu Muntah

Berikut ini ada beberapa bahasan singkat penyebab muntah pada bayi dan anak yg sumbernya di saluran pencernaan.

  • Gumoh dan reflux

Bayi yg menangis kuat sebelum minum atau bayi yg minum dgn rakus, biasanya akan banyak menelan udara. Udara ini akan terperangkap di lambung bayi dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Karena itu ada beberapa hal yg harus diperhatikan yg bisa membantu agar bayi terhindar dari hal ini:

  • setiap kali minum, posisi bayi harus agak tegak, jangan berbaring datar. Dalam posisi semi tegak, susu “mengendap” di dasar lambung sehingga anak tidak mudah gumoh
  • sendawakan bayi setiap sehabis minum
  • bila bayi minum dengan botol dan dot, periksa lubang dotnya. Ukurannya harus tepat bagi bayi (tidak terlalu besar atau terlalu kecil) dan tidak tersumbat.

Reflux biasanya muncul pada bayi usia beberapa minggu dan merupakan hal yg umum terjadi sampai usia satu tahun. Reflux terjadi karena lemahnya otot di mulut lambung sehingga isi lambung bayi balik ke kerongkongan. Pada kebanyakan bayi, reflux hanya berlangsung untuk sementara waktu saja.

Gejalanya adalah sering muntah, regurgitasi (makanan yg sudah masuk ke lambung keluar kembali), batuk (bila sebagian makanan tersebut masuk ke saluran napas), rewel, serta berat badan sulit naik (bila reflux berlangsung untuk jangka lama). Beberapa tindakan berikut mungkin bisa membantu:

  • ubah posisi tidur (tidur miring dengan kepala lebih tinggi dari kaki)
  • biasakan makan dalam posisi tegak, termasuk bayi, posisikan bayi dalam posisi duduk saat kita memberikan makanan kepada mereka
  • makanan dibuat lebih kental.
  • Stenosis pilorik

merupakan suatu kondisi yg jarang terjadi. Stenosis pilorik adalah penyempitan di bagian ujung lambung tempat makanan keluar menuju ke usus halus. Akibat penyempitan tersebut, hanya sejumlah kecil isi lambung yg bisa masuk ke usus, selebihnya akan dimuntahkan sehingga anak akan mengalami penurunan berat badan. Gejala tersebut biasanya muncul pada usia 2-6 minggu. Selain muntah hebat dan nyemprot, bayi juga terus-menerus merasa lapar, buang air besar tidak teratur, serta gelisah. Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan dan bila terbukti diagnosisnya stenosis pilorik, diperlukan tindakan bedah untuk melebarkan daerah yg menyempit.

  • Sumbatan usus

Anak berusia kurang dari 2 tahun bisa mengalami intususepsi yaitu masuknya sebagian usus halus ke usus besar yg mengakibatkan terganggunya jalan makanan di usus. Penyebab terjadinya intususepsi tidak diketahui.

Sumber sumbatan usus lainnya adalah hernia yg terjepit atau kelainan bawaan di usus. Gejalanya adalah sakit perut hebat yg hilang timbul, muntah kehijauan yg semakin lama semakin hebat, tidak bisa buang angin dan buang air besar, tinja berlendir dan ada darahnya. Pada kondisi yg lanjut, anak demam dan teraba benjolan di perut. Untuk kasus ini segera bawa anak ke rumah sakit.

  • Apendisitis

Apendisitis adalah infeksi dan radang apendiks yg memerlukan tindakan bedah. Gejalanya adalah sakit perut (umumnya di bagian kanan bawah) yg semakin terasa saat anak menarik napas, bergerak, atau bila ditekan di daerah tersebut. Biasanya anak dgn apendisitis akan berbaring diam untuk mengurangi rasa sakit. Anak juga merasa mual, dengan atau tanpa muntah, demam, konstipasi, atau diare. Jangan berikan obat penghilang rasa sakit dan segera bawa anak ke rumah sakit. Anak juga jangan diberi makan atau minum, untuk antisipasi bila dugaan adanya apendisitis benar dan anak perlu dioperasi.

Cara mengatasinya

Penanganan muntah pada anak tergantung penyebabnya. Jangan berikan obat antimuntah karena obat tersebut tidak menyembuhkan penyebab muntahnya, malahan dapat menyesatkan bila ternyata anak tengah menderita suatu kelainan saluran pencernaan yg memerlukan upaya bedah. Selain itu, obat antimuntah juga dapat menimbulkan efek samping.

Bantuan medis

Muntah yg tidak disertai dengan gejala lain dan tidak berulang, biasanya bukan hal yg perlu dikhawatirkan. Bawa segera anak ke rumah sakit/dokter bila:

  • muntah kehijauan
  • sakit perut selama 6 jam
  • muncul bintik2 merah muda/keunguan yg tidak hilang saat ditekan
  • bayi muntah2 selama 6 jam terakhir atau anak selama 12 jam
  • apabila bayi menunjukkan gejala dehidrasi (ubun2 besar bayi jd cekung), matanya cekung, bibir kering, buang air kecil sedikit dan berwarna lebih tua dr biasanya, elastisitas kulit menurun
  • tidak mau minum
  • mengantuk luar biasa dan rewel

* dikutip dari buku Bayiku Anakku




Fashion Termurah dan Terlengkap. Mau cantik? Masuk ruang dandan dulu dong

Photobucket

Ngobrol Bareng Saya

Categories

December 2017
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 961,408 hits
Lilypie Kids Birthday tickers
Lilypie Third Birthday tickers
Lilypie First Birthday tickers

Who’s Here?

Photobucket
Photobucket