25
Feb
08

Baby Blues Syndrome

Istilah ini sudah sangat populer di kalangan ibu hamil. Ada beberapa teman chatting yg bahkan sudah mengalaminya sebelum melahirkan, padahal menurut para ahli, baby blues syndrome ini biasa terjadi SETELAH melahirkan, bukan sebelumnya.

Saya sempat mengalami baby blues syndrome ini, pada usia seminggu bayi saya, dia terkena penyakit kuning, waktu di cek, bilirubin mencapai 18,2! Namun waktu itu saya masih bersikeras utk membawanya pulang, gak mau rawat inap dulu. Saya masih pengen usaha dulu utk menurunkan bilirubinnya dgn sering2 menyusui. 2 hari setelah merawat sendiri di rumah, kami kembali lagi ke RS, bilirubin masih 15,9 sehingga akhirnya saya menyerah dan merelakan bayi mungil saya dirawat di RS dengan diberi terapi sinar biru.

Saat pertama saya lihat dia menangis keras karena panas terkena sinar biru.. aduh, hati ibu mana yg gak akan trenyuh mendengar tangisan anaknya yg begitu kerasnya?? Sampe pada saat saya diperbolehkan menyusui dia, dia begitu lahapnya menyusu, karena sangat kehausan setelah disinar sebegitu rupa. Tapi saya menguatkan hati dan berpikir, ini semua demi kebaikannya, supaya cepat sembuh dan bilirubin bisa normal.

Saat itu saya masih belum merasa terkena baby blues syndrome.. karena masih bingung mengurus bayi saya yg harus dirawat di RS.

Saya terkena baby blues syndrome justru setelah bayi saya diperbolehkan pulang, dan kami beramai2 menginap di rumah mertua. Selama kurang lebih 2minggu kami berada di rumah mertua.. dan saya mulai cengeng, menangis kalo suami pergi terlalu lama, merasa sedih, merasa sendiri.. Namun syukurlah suami saya orangnya pengertian, dan dia juga pernah membaca ttg baby blues syndrome ini. Akhirnya dia mencurahkan rasa sayangnya yg penuh ke saya dan saya bisa melewati baby blues syndrome ini dengan sukses ^^

Sedikit tips tentang mengatasi baby blues syndrome:

  1. jika telanjur mengalami baby blues syndrome, usahakan utk tetap menjaga emosi, jangan terlalu labil (karena ditakutkan bisa memengaruhi ASI)
  2. jika emosi sangat labil, mintalah dukungan emosi dari suami/orang tua/mertua, siapa saja yg saat itu sedang berada dekat kita, karena dukungan emosi (support) sangat berarti bagi kita yg sedang terkena baby blues syndrome
  3. jika saat baby blues syndrome, tiba2 kita merasa tidak mau merawat bayi kita atau bahkan membenci bayi kita (karena kadang ada yg memiliki masalah seperti ini), usahakan selalu ada orang ketiga di antara kita dan bayi kita utk menghindari hal2 yg tidak diinginkan. Dan jika ini yg terjadi, cobalah utk menghubungi psikiater

0 Responses to “Baby Blues Syndrome”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Fashion Termurah dan Terlengkap. Mau cantik? Masuk ruang dandan dulu dong

Photobucket

Ngobrol Bareng Saya

Categories

February 2008
M T W T F S S
    Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Blog Stats

  • 851,059 hits
Lilypie Kids Birthday tickers
Lilypie Third Birthday tickers
Lilypie First Birthday tickers

Who’s Here?

Photobucket
Photobucket

%d bloggers like this: