Archive for February 17th, 2008

17
Feb
08

Jadwal Imunisasi

Berdasarkan Rekomendasi IDAI

  • Saat Lahir : Hep B-1, Polio-1
  • 1-2 bulan : BCG, Hepatitis B-2
  • 2 bulan : DPT-1, Polio-1, HiB-1
  • 4 bulan : DPT-2, Polio-2, HiB-2
  • 6 bulan : DPT-3, Polio-3, HiB-3, Hepatitis B-3
  • 9 bulan : Campak
  • 15 bulan : MMR
  • 18 bulan : DPT-4, Polio-4, HiB-4 (15-18 bulan)
  • 24 bulan : Tifus, Hepatitis A-1
  • 30 bulan : Hepatitis A-2
  • 5 tahun : DPT-5, Polio-5
  • 6 tahun : MMR-2
  • 10-12 tahun : dt/TT, Varisela/cacar air

Keterangan Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI

  • Hepatitis B-1 : HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HBsAg ibu positif, dalam waktu 12jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HBsAgibu tdk diketahui tetapi belakangan diketahui positif, HBlg masih dapat diberikan sebelum bayi berumur 7 hari
  • Polio-0 : Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Utk bayi yg lahir di RB/RS polio diberikan saat bayi dipulangkan (utk mencegah transmisi virus vaksin ke bayi lain)
  • Hepatitis B-2 : HB-2 diberikan pada umur 1 bulan. Interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan
  • BCG : BCG dapat diberikan sejak lahir. Apabila BCG akan diberikan pada usia > 3 bulan, sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu dan BCG diberikan jika uji tuberkulin negatif
  • DPT-1 : DPT-1 diberikan pada umur lebih dr 6 minggu, dapat dipergunakan DTwP atau DTap. DTp-1 diberikan bersamaan dengan/dikombinasikan dengan Hib-1 (PRP-T)
  • Hib-1 : Hib-1 diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Hib-1 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan DPT-1
  • Polio-1 : Polio-1 dapat diberikan bersamaan dengan DPT-1
  • DPT-2 : DPT-2 (DTwP atau DTaP) dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasi dengan Hib-2 (PRP-T)
  • Hib-2 : Hib-2 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan DPT-2
  • Polio-2 : Polio-2 diberikan bersamaan dengan DPT-2
  • DPT-3 : DPT-3 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-3 (PRP-T)
  • Hib-3 : Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan
  • Polio-3 :P olio-3 diberikan bersamaan dengan DPT-3
  • Hepatitis B-3 : HB-3 diberikan umur 6 bulan. Untuk mendapat respons imun optimal, interval HB-2 dan HB-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan
  • Campak-1 : Campak-1 diberikan pada usia 9 bulan. Campak-2 diberikan sebagai program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun. Apabila telah memperoleh MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan
  • MMR : Apabila sampai umur 12 bulan belum mendapat imunisasi campak, MMR dapat diberikan pada usia 12 bulan
  • Hib-4 : Hib-4 diberikan pada umur 15 bulan (PRp-T atau OMP)
  • DPT-4 (DTwP atau DTap) diberikan 1 tahun setelah DPT-3
  • Polio-4 : Polio-4 diberikan bersamaan DPT-4
  • Hepatitis A : umur 2 tahun, diberikan 2 kali dengan interval 6 – 12 bulan
  • Tifoid : vaksin tifoid polisakarida injeksi direkomendasikan untuk umur > 2 tahun. Imunisasi ini perlu diulang setiap 3 tahun
  • DPT-5 : DPT-5 diberikan pada umur 5 tahun (DTwP/DTaP)
  • Polio-5: Polio-5 diberikan bersamaan dengan DPT-5
  • MMR : diberikan untuk catch up immunization pada anak yg belum mendapat MMR-1
  • dt/TT : menjelang pubertas, vaksin tetanus ke-5 (dt/TT) diberikan untuk mendapat imunitas selama 25 tahun
  • Varisela : vaksin varisela diberikan pada umur 10 tahun
17
Feb
08

Stimulasi Dini Asah Kecerdasan

Ketahui apa yg bisa orangtua lakukan untuk mengembangkan kecerdasan anak. Setidaknya ada dua faktor yg mempengaruhi kecerdasan anak, faktor hereditas (keturunan) dan lingkungan. Jika faktor hereditas sulit dikendalikan, maka satu2nya yg dapat dioptimalkan adalah faktor lingkungan, yg meliputi gizi dan stimulasi.

Tiga kebutuhan pokok utk mengembangkan kecerdasan antara lain:

  • Kebutuhan fisik-biologis, menyangkut pertumbuhan otak, sistem sensorik dan motorik. Dimulai dengan gizi yg baik selama janin dalam kandungan, pencegahan dan pengobatan penyakit
  • Emosi-kasih sayang, mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intra-personal. Memberi rasa aman dan nyaman, serta mengajarkan empati dan simpati pada anak
  • Stimulasi dini utk merangsang kecerdasan sensorik dan motorik

Ketiganya diberikan secara bersamaan, sejak janin berada dalam kandungan, sampai anak dilahirkan. Continue reading ‘Stimulasi Dini Asah Kecerdasan’

17
Feb
08

Merangsang Kecerdasan Buah Hati

Nutrisi otak dan stimulasi lingkungan adalah kunci mengembangkan kecerdasan.

Anak cerdas tentu dambaan setiap orang tua. Sebab, itu adalah modal tak ternilai bagi anak untuk mengarungi kehidupan. Beruntung kecerdasan yang baik ternyata bukan harga mati. Tahukah Anda bahwa perkembangan kecerdasan, kreativitas, dan perilaku si kecil sudah dimulai sejak dia berada dalam kandungan?

Menurut Dr Soedjamitko, SpA(K), bayi sudah belajar dari lingkungan tepatnya sejak kehamilan 6 bulan. “Ini bergantung pada kualitas fungsi otak bayi,” ujar Soedjamitko dalam acara Media Edukasi Peranan Nutrisi Ganglioside untuk Optimalkan Hubungan Antarsel Otak pada Bayi dan Balita di Jakarta, Senin lalu.

Kualitas fungsi otak bergantung pada banyaknya sel otak, percabangan sel otak (dendrite, axon), kuantitas dan kualitas synapse (hubungan antarsel otak, serta banyaknya neuro transmitter (zat yang pengaktif synapse) dan kualitas myelin. Continue reading ‘Merangsang Kecerdasan Buah Hati’




mau pesen kue ultah, brownies atau muffin? call me ^__^

Ngobrol Bareng Saya

Categories

 

February 2008
M T W T F S S
    Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Blog Stats

  • 53,096 hits

my toddler

Lilypie Second Birthday tickers

my baby

Lilypie

RSS My PLURK Community

  • mom_edelweiss kepala mulai berat, auw, must hang on November 25, 2009
  • mom_edelweiss begadang all nite, no breakfast, haish! November 25, 2009
  • mom_edelweiss dah pada bobo semua ya? November 24, 2009

Who’s Here?