23
Dec
09

9 Cara Membuat Otak Anak Jadi Genius

Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif
melebihi anak lain. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang
anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan.

Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan

Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah
mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar.
Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam
kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak

Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.

Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.

9 Rahasia Membuat Anak menjadi Pandai/Jenius

Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan
cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.

1. Belajar Musik

Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri minum Air Susu Ibu

Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain
menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan kesehatan

Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan
antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari
Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan

Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak junk food

Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk rasa ingin tahu

Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca

Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan
pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.

8. Makan pagi

Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.

9. Bermain permainan pengasah otak

Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang
intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang
bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.

Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus
sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.

Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah,
mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.”

*taken from milis

15
Apr
09

Ceker Ayam yang Sangat Bermanfaat

Di rumah makan sunda atau yang menyediakan masakan asli Indonesia , sering dijumpai menu “ayam-ayaman” disertakan dengan ceker-nya. Disadari atau tidak, disertakannya ceker ayam ini merupakan satu keunggulan tersendiri. Hal ini terjadi karena menurut beberapa pengamatan dan penelitian, ceker ayam sangat kaya dengan nutrisi-nutrisi yang berfungsi terutama untuk menjaga kinerja tulang dalam tubuh kita.

Di dalam kaki ayam terdapat kulit, otot, tulang, dan kolagen. Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening ke kuning-kuningan. Kalau kena panas, kolagen akan mencair menjadi cairan yang agak kental seperti lem. Nah, susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yakni komponen dasar protein. Di dalam asam amino itu antara lain terdapat glisin-prolin, hidroksiprolin- agrinin-glisin. Kaki ayam juga mengandung zat kapur dan sejumlah mineral. Continue reading ‘Ceker Ayam yang Sangat Bermanfaat’

20
Mar
09

Diare Pada Anak, Bagaimana Menanganinya?

Berawal dari Edelweiss yang kena muntah2 udah ampir seminggu ini, maka saya mau share aja bacaan yang saya dapet dari idai ini, yang ngebantu saya dalam tetap berpikir rasional dan sudah saya terapkan dalam hal berusaha menjaga supaya Edelweiss tidak terkena dehidrasi. Guideline ini sangat bagus untuk para orang tua supaya tidak panik dan tetap berkepala dingin dan rasional. Selamat membaca..

– oOo –

DIARE merupakan salah satu penyakit paling sering menyerang anak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Diperkirakan, anak berumur dibawah lima tahun mengalami 203 episode diare per tahunnya dan empat juta anak meninggal di seluruh dunia akibat diare dan malnutrisi. Kematian akibat diare umumnya disebabkan dehidrasi (kehilangan cairan). Lebih kurang 10% episode diare disertai dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit tubuh secara berlebihan. Bayi dan anak kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding anak yang lebih besar.

Karena itu, penanganan awal sangat penting pada anak dengan diare adalah mencegah dan mengatasi keadaan dehidrasi. Pemberian cairan pengganti (cairan rehidrasi) baik yang diberikan secara oral (diminumkan) maupun parenteral (melalui infus) telah berhasil menurunkan angka kematian akibat dehidrasi pada ribuan anak yang menderita diare. Continue reading ‘Diare Pada Anak, Bagaimana Menanganinya?’

13
Mar
09

Demam pada Anak

Artikel mengenai demam pada bayi/anak ini saya ambil dari file milis sehat, dikarenakan ternyata, masih banyak orang tua yang belum mengerti tentang apa itu demam, mengapa bisa terjadi, dan cara penanganannya (hal ini terjadi pada teman sekantor saya yang notabene berpendidikan tinggi loh). Maka dari itu saya share saja artikel ini di sini, semoga semakin membantu banyak orang tua saat putra/putrinya sedang terkena demam dan tidak langsung panik menduga ini menduga itu.. happy reading :)

Continue reading ‘Demam pada Anak’

10
Nov
08

Bila Anak Terkena Campak

Hati-hati bila anak demam dibarengi munculnya bercak merah di sekitar tubuh. Jangan dianggap enteng, Bu. Hari itu, di rumah keluarga Ibu Niken terjadi kepanikan. Pasalnya, kulit Nandia (13 bulan) berbercak merah, bahkan seperti menghitam. “Memang, beberapa hari ini dia panas tinggi. Tapi, saya pikir dia demam biasa saja,” ujar Ibu Niken dengan rasa bersalah.

Ternyata, dari pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Nandia terkena campak. “Hal itu bisa saja terjadi. Memang adakalanya penyakit campak tak terlihat karena campaknya belum keluar,” ujar DR.Sri Rezeki H.
Hadinegoro, Dr. Sp.A(K), dari RSUPN Cipto Mangunkusumo. Apa yang dialami Ibu Niken kerap juga dialami ibu-ibu lain. Mari kita mengenal campak lebih jauh, agar tak langsung panik saat menghadapinya. Continue reading ‘Bila Anak Terkena Campak’

28
Oct
08

Bolehkah Makanan Bayi Diberi Perasa?

Bolehkah Makanan Bayi Diberi Perasa?
Oleh: dr Handrawan Nadesul
____________ _________ _________ _________ _
Makanan bayi tentu saja tidak boleh disamakan dengan makanan orang dewasa. Selain saluran pencernaan bayi belum siap menerima segala jenis menu orang dewasa, susunan gigi-geligi, dan sejumlah organ
yang terkait dengan pengolahan (metabolisme) makanan yang dikonsumsi belum tentu sudah cukup matang untuk menerimanya. Termasuk segala jenis perasa dalam makanan. Masih bolehkah bayi menerimanya?

KALAU ditanya apakah boleh, jawabannya tentu saja sebaiknya tidak.
Lebih baik tidak menambahkan segala sesuatu sehingga menambah beban tubuh bayi, selain kemungkinan tidak menyehatkan.

Beban memikul asupan garam dapur (NaCl) yang melebihi kemampuan ginjal bayi yang belum kuat memikulnya. Fungsi ginjal bayi belum cukup matang untuk menyisihkan kelebihan mineral dalam garam dapur. Maka segala jenis menu dengan kandungan garam dapur, apalagi yang berlebihan, sebaiknya dijauhkan dari menu harian bayi. Continue reading ‘Bolehkah Makanan Bayi Diberi Perasa?’

21
Oct
08

for Soerabaia people, House for Sale!

Tampak depan

Tampak depan

dear all,

mohon bantuannya untuk menjual rumah ini ya.. Continue reading ‘for Soerabaia people, House for Sale!’

06
Aug
08

How to raise a happy baby and child (birth to 12mo) – 3rd

Allow them to be sad or mad

When your baby gets older, you can encourage her to label her feelings and express them verbally. Even before she can talk, you can show her pictures of faces and ask her which one is feeling the same way she is. Young children will pick up very quickly on “affect” words such as “happy” or “angry.” When they can put words to their emotions, they gain a whole new capacity to recognize and regulate their feelings.

However, Masia-Warner warns, you shouldn’t overreact to your child’s negative feelings. “It’s normal for kids to become oversensitive or clingy or nervous at times because of something in their environment, but it’s not unhappiness.”

You’ll find this is especially important as your child grows. When your child pouts in a corner during a birthday party, your natural reaction may be to push her to join in the fun. But it’s important to allow her to be unhappy. Hallowell is concerned that “some parents worry any time their children suffer a little rejection, they don’t get invited to the birthday party, or they cry because they didn’t get what they wanted.” Continue reading ‘How to raise a happy baby and child (birth to 12mo) – 3rd’

06
Aug
08

How to raise a happy baby and child (birth to 12mo) – 2nd

Make room for fun

Although a colorful crib mobile and her first taste of applesauce may bring a smile to your baby’s face, what makes your baby happiest is much simpler: you. And that’s the first key to creating a happy child says Hallowell. “Connect with your baby, play with her,” he advises. “If you’re having fun with your baby, she’s having fun. If you create what I call a ‘connected childhood,’ that is by far the best step to guarantee your child will be happy.”

Play creates joy, but play is also how your child will develop skills essential to future happiness. As she gets older, unstructured play will allow her to discover what she loves to do — build villages with blocks, make “potions” out of kitchen ingredients, paint elaborate watercolors — which can point her toward a career that will seem like a lifetime of play. Play doesn’t mean music class, organized sports, and other structured, “enriching” activities. Play is when children invent, create, and daydream.

Help them develop their talents

Hallowell’s prescription for creating lifelong happiness includes a surprising twist: Happy people are often those who have mastered a skill. For example, when your baby figures out how to get the spoon into his mouth or takes those first shaky steps by himself, he learns from his mistakes, he learns persistence and discipline, and then he experiences the joy of succeeding due to his own efforts.

He also reaps the reward of gaining recognition from others for his accomplishment. Most important, he discovers he has some control over his life: If he tries to do something, he can eventually do it. Research shows that this feeling of control through mastery is an important factor in determining adult happiness. Continue reading ‘How to raise a happy baby and child (birth to 12mo) – 2nd’

06
Aug
08

How to raise a happy baby and child (birth to 12mo) – 1st

Like any parent who wants the best for her children, Trish Bragg has done everything she can to make sure Isabel, Charlie, and Madeline are healthy, have plenty of stimulating activities to fill their day, and are loved unconditionally. Yet, like many, she struggles with parenting’s million-dollar question: Are my kids happy? “Among all my friends, that’s what we want to know,” Bragg says.

What makes children happy may surprise you. Child development experts who study the subject say that happiness isn’t something you can give a child like a prettily wrapped present. In fact, says Edward Hallowell, psychiatrist and author of The Childhood Roots of Adult Happiness, over-indulged children — whether showered with toys or shielded from emotional discomfort — are more likely to grow into teenagers who are bored, cynical, and joyless. “The best predictors of happiness are internal, not external,” says Hallowell, who stresses the importance of helping kids develop a set of inner tools they can rely on throughout life. Continue reading ‘How to raise a happy baby and child (birth to 12mo) – 1st’




butuh wedding cake/cupcakes, birthday cake, cheesecake, brownies? check my site ^_^

Ngobrol Bareng Saya

Categories

 

February 2010
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Blog Stats

  • 59,657 hits

my toddler

Lilypie Third Birthday tickers

my baby

Lilypie

RSS My PLURK Community

  • mom_edelweiss is going home, kepala pusing binti cekot2. mo ke dokter, tes darah February 10, 2010
  • mom_edelweiss it turns out that.... February 10, 2010
  • mom_edelweiss hellow February 10, 2010

Who’s Here?